Langsung ke konten utama

Cerpen "Tidak Seorangpun Tahu part 2"



                Sekarang menunjukkan pukul 23.40 tapi mataku belum bisa tertutup. Kunyalakan kembali lampu kamarku, ku bukaka tirai yang menutupi jendela. Hujan di luar sana masih turun dengan derasnya. Apakah besok hujan juga akan turun seperti ini ? ah pikiranku buyar kemana-mana. Ku ambil telpon genggamku yang berada diatas meja, aku membuka twitter dan mengetik beberapa kata “I don’t know why I can't sleep tonight, but I thing maybe because him. Yeah him” setelah mengetik twit itu aku mengirimnya. Untuk mengatasi rasa bosanku aku mengecek time line. Beberapa menit kemudian rasa ngantuk mulai menyergapiku dan ku putuskan kembali ketempat tidurku yang hangat. Saat aku bersiap kembali untuk tidur tiba-tiba hpkupun berbunyi kulihat namanya sekilah “Mr Pd” omg aldo nelpon aku ?. dengan secepat kilat aku menekan tombol angkat dan mulailah muncul suara berat yang sangat aku sukai dari ujung telpon disana.
“hay miss sleep apakan anda begadang lagi malam ini ?” suaranya terngar sedikit jail.
“aku tidaj begadang” kataku dengan berpikir kembali “tapi aku hanya tidak bisa tidur” lanjutku.
“because him ? that’s right miss sleep ?” perkataannya yang membuatku terdiam “but who is him?”
Kata-katanya itu membuatku diam seribu bahasa. Kenapa dia harus bertanya tentang itu ? kenapa dia harus bertanya sekarang ? arggg aku tidak dapat berkata apapun selain “apa ? tau dari mana do ?”
“hm dari twitter haha. Tapi kenapa pertanyaanku ga kamu jawab ? atau jangan-jangan yang kamu maksud dia itu aku yah ?” seketika rasanya seperti dia menembak kearahku dengan tepat sasaran.
“tau ah, aku ngantuk, mau tidur sudah yah bye” setelah mengatakan itu aku menutup telpon. Yah ampun apa yang baru saja aku katan ? apakah itu terlalu jelas bahwa yang aku maksud adalah dia ? kenapa aku jadi salting sendiri ?. entah apa yang harus kulakukan besok pagi saat bertemu dengannya nanti.

                                                                                                                ##

                Pagi hari yang tidak cerah. Langit masih tampak kelabu dan udara lembab yang memenuhi seisi kota. Aku berjalan menuruni tangga siap untuk berangkat kesekolah. Hari ini aku akan di antar kesekolah karena hujan sepertinya akan turun dengan sangat derasnnya. Kulihat papa, mama dan kak Danar sedang sarapan di atas meja makan. Aku menghampiri mereka ku cium pipi papa dan mama, kemudian duduk di samping kak danar. Kak danar seperti biasa mengacak rambutku yang telah rapih ku sisir, dia memang senang membuatku merasa sebal dan marah kepadanya. Tapi setiap kali aku marah kepadannya yang ada dia hanya tertawa tanpa rasa bersalah sedikitpun. Inilah kegiatan rutinitasku di pagi hari. Banyak orang yang bilang keluargaku adalah keluarga yang harmonis aku rasa memang begitu, tapi itu hanya di pagi hari karena setelah pagi hari semua akan sibuk dengan rutinitasnya masing-masing. Mama dan papa akan pergi bekerja, kak danar kuliah dan aku sekolah. Mama dan papa selalu pulang larut malam ketika aku sudah tidur, kak danarpun begitu katanya dia sibuk mengerjakan banyak tugas kuliahnya. Aku mengerti karena kak danar adalah mahasiswa kedokteran yang super duper sibuk dan tugas yang menumpuk. Pernah sekali aku menihatnya membawa 3 buku tapi yang tebalnya mungkin 1 buku ada seribu halaman. Itulah hal yang membuatku merasa kesepian, karena ketika pulang sekolah aku sendirian dirumah hingga larut malam. Itu hal yang membuatku menyukai kesendirian pelahan demi perlahan. Aku tidak terbiasa menceritakan masalahku kepada orang lain. Karena aku tidak pernah di biasakan.
                Sekolah sudah rame. Yah karena hari ini aku dianta oleh kakak danarku yang tercinta yang juga lelet banget al hasil ketika aku sampai disekolah pada saat itu juga bel berbunyi. Aku setengah berlari menuju kelas takut kalau misalnya guru mendahuluiku ke dalam kelas. Aku tidak ingin memecahkan rekorku di sekolah sebagai satu-satunya siswa yang tidak pernah terlambat walaupun baru beberapa bulan.
                Aku duduk dikursiku seperti biasa. Di sampingku telah ada aldo yang membaca komik yang sepertinya baru ku lihat. Mungkin dia telah membeli komik baru. Ya ampun aku teringat percakapanku semalam bersama aldo. Asataga kenapa aku tidak sadar akan itu ?. iqbal ketua kelaskupun berteriak membuyarkan lamunanku “teman-teman hari ini guru pada rapat mungkin sampai pulang sekolah, so kita di suruh belajar dirumah saja” setelah mendengar itu seluruh penjuru kelaskupun bersorak gembira. Aku berbeda dari mereka yang senang ketika disuruh pulang, aku selalu merasa lebih baik disekolah dari pada dirumah sendirian.
                Saat yang lain beranjak pulang aku masih duduk di bangkuku. Aku membuka tasku dan berusaha mencari barang yang selalu aku bawa kemana-mana dan aduh hari ini aku lupa membawanya “headsetku” bakala membosankan nih kalau aku membaca nover terbaruku disini tanpa headset itu, tiba-tiba terdengar suara “lupa bawa headsetnya yah ? mau pinjam punyaku ?”
 “ha’ iya makasih yah Al” dia seaakan bisa membaca pikiranku. Kuterima headset yang diberikannya. Headsetnya berwarna merah hitam jauh berbeda dengan punyaku yang berwarna pink, aku sangat menyukai warna pink.
“kamu ga pulang sya ?” tanya aldo yang sepertinya sudah menyadari hanya tinggal kami berdua di kelas.
“males, ngapain coba pulang cepat kalau ujung-ujungnya sendirian dirumah” kataku sambil merogoh tasku dan mengambil sebuah novel yang baru di belikan kak danar kemarin.
Aku memperhatikan raut mukanya “trus kenapa tdak ikut sama Audri dan teman cewek yang lain ke mall ? sepertinya mereka mau shoping atau melakukan sesuatu yang cewek-cwek sukai”
“aku tidak suka jalan bareng mereka, bukan apanya tapi aku malas jika mendengar mereka ngerumpi atau mencela orang lain. Aku gak suka seperti itu” jawabku panjang lebar dan apa adanya.
“terus kamu sukanya apa dong ?” raut wajahnya memancarka keingin tahuan yang dalam hingga membuatku ingin tertawa. “aku sukanya baca novel sambil denger lagu. Gitu aja udah buat aku senang. Tidak ribetkan. Haha”
“kalau temenin aku ketoko buku terus pergi makan kamu suka tidak ? soalnya aku mau pergi tapi malas pergi sendiri”saat kata-kata itu terlontar aku hanya bisa diam. Ini pertama kalinya aldo ajak aku pergi. “diam artinya setuju” katanya dengan gaya sok taunya dan tiba-tiba menarik tangan dan tasku dan jalan menuju keparkiran.
                Aldo mengambil helm yang ada dia atas tempat duduk belakan motornya dan memakaikannya diatas kepalaku. Rasanya jantungku hampir meloncan keluar saat dia mengaitkan pengait helm itu, saat itu mukanya hanya berharak beberapa senti dari mukaku. Entah ada perubahan apa di raut wajahku tapi aku hanya bisa terdiam. Tanpa ku sadari aldo telah memakai helmnya dan sudah membunyikan motornya dan menyuruhku naik. Aku mengikuti perintahnya. Saat motor berjalan dia menyuruhku untuk memegangnya tapi aku hanya memegang jaketnya, kemudian dia menarik tanganku untuk memeluknya dengan alasan “pegangan yang kencang nanti kamu jatuh, aku mau ngebut”. Entah itu alasan logis atau dia hanya berpura-pura, tapi setidaknya aku ingin waktu berhenti sekarang juga.


To be continued

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 film asia remaja terbaik

Berikut ini ada beberapa film asia yang sudah saya nonton dan menurut saya film-film ini sangat bagus dan bikin nangis. tapi ada juga beberapa yang bikin ketawa. Mungkin ada beberapa yang telah kalian tonton tapi cobalah cek di bawa ini. dan kalau ada film bagus yang lainnya kasi tahu yah ^.^     1. Koizora / Sky of Love (2007) Film ini merupakan sebuah kisah nyata dari penulisnya sendiri yang dituliskannya melalui novel online yang kemudian diangkat menjadi sebuah film. Film ini diperankan oleh  Haruma Miura , Cowok ganteng ini berperan menjadi  Hiro . Sedangkan pemeran  Mika  diperankan oleh  Yui Aragaki .  Koizora bercerita tentang Mika, siswi SMA yang merasakan cinta pada awal ia masuk SMA. Ia jatuh cinta pada Hiro, siswa berambut pirang yang terlihat seperti anak nakal. Namun ia tak peduli dengan pandangan orang lain dan tetap menyukai Hiro. Mereka pun menjadi sepasang kekasih. Namun hal itu terusik karena penyakit yan...