Akhirnya pelajaran bahasa indonesia sudah selesai. Butuh banyak tenaga yang harus aku siapkan untuk menahan kantukku saat pelajaran itu. Baru saja aku ingin tertidur lagi tapi Aldo menahanku, "eh lo tuh hobinya tidur mulu yah. Gue laparni" katanya dengan gayanya yang berakhir demgan senyum yang membuat lesun pipinya yang dalam terbentuk. "He ? Lo yang lapar ko gue yang ga boleh tidur. Nyambungnya dimana pak ?" Kataku setengah meledek. Memang dia yah kadang-kadang onengnya kambuh. "Yah temenin gua kali sya, masa iya lu tega liat gua makan sendirian". "Tegalah, orang lo aja tega ngebiarin waktu indah gue terbuang percuman hanya buat nemenin lo makan" jawabku. "Plisslah Sya, sekali ini saja. Kalo gua makan sendirian yang ada batal makannya" katanya dengan muka memelas yang membuatku ingin tertawa. "He ko gitu ?,kan katanya lapar ? Kenapa bisa batal ?", "habis kalau makan sendiri si Sinta yang dikelas sebelah pasti bawa teman-temanya buat makan semaja sama gua, bagus kalau makan, kalau mereka duduk cuman buat ngelitin males tau. Sya pliss dong". Ok kali ini dia benar-benar sudah seperti pengemis yang ngemis belum makan 3 hari. "Iya deh" jawabku pasrah. Habis kalau dia tidak aku temenin bisa-bisa pelajaran selanjutnya dia bisa pingsan kali, apa lagi jam selanjutnya olahraga.
Kantin seperti biasa dijam istirahat sangatlah sesak, bagaikan lautan orang ada disini. Dan inilah yang paling tidak aku sukai, berada ditengah orang banyak. Aldo yang ada didepanku yang berusaha membuka jalan akhirnya menyerah dan menyuruhku cari tempat duduk dulu. Aku hanya mengangguk setuju dan berjalan mencari tempat duduk. Mungki karena orang-orang sibuk memesan makanya banyak tempat duduk yang kosong. Seperti biasa ditengah kesendirianku, aku berusaha menikmatinya. Aku mengambil earphone dan hpku dan mulai memutar playlist musikku dan lagu-lagu penyanyi asal korea IU mengalun di earphoneku. Tiba-tiba aldo datang dan melepas earphoneku. "Apaan sih do ? Ganggu ketenangan orang aja" kataku merampas kembali sebelah earphoneku, berhubung moodku sudah hilang kumasukkan kembali semuanya kedalam kantongku. "Yah gua malas ngeliat lu sya. Dari tadi gua manggil lu tapi lunya ga dengar. Kaya budek aja" kata aldo. "Yah sorry orang gue memang ga dengar" jawabku membela diri. "Makan gih" suruhnya. Saat ini aku melihat Sinta yang sepertinya sangat kesal denganku. Sedangkan aldo dengan santai dan lahapnya memakan mie ayamnya, bahkan di juga mengambil separuh mie ayamku. Aku terkadang bingung kenapa dia malah semakin manis ketika melakukan halhal yang konyol. Bahkan dia sepertinya di tidak sadar akan apa yang telah dia lakukan. Seorang cowok yang sangat dingin dam terkesan cuek pada semua cewek sesatu sekolahan, kecuali aku. Iya benar aku terlalu gr sama dia, aku tau kalau ini terus berlanjut akan membuatku merasakan sakit karena dia, karena kegran ini, karena rasa ini, dan karena diriku sendiri yang terlalu menikmati semuanya. Menikmati setiap saat yang bisa membuat rasa kagum ini menjadi berkembag, entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku bahkan tidak memikirkannya. Aku terlalu sibuk mengikuti alur ini.
To Be Continue
Kantin seperti biasa dijam istirahat sangatlah sesak, bagaikan lautan orang ada disini. Dan inilah yang paling tidak aku sukai, berada ditengah orang banyak. Aldo yang ada didepanku yang berusaha membuka jalan akhirnya menyerah dan menyuruhku cari tempat duduk dulu. Aku hanya mengangguk setuju dan berjalan mencari tempat duduk. Mungki karena orang-orang sibuk memesan makanya banyak tempat duduk yang kosong. Seperti biasa ditengah kesendirianku, aku berusaha menikmatinya. Aku mengambil earphone dan hpku dan mulai memutar playlist musikku dan lagu-lagu penyanyi asal korea IU mengalun di earphoneku. Tiba-tiba aldo datang dan melepas earphoneku. "Apaan sih do ? Ganggu ketenangan orang aja" kataku merampas kembali sebelah earphoneku, berhubung moodku sudah hilang kumasukkan kembali semuanya kedalam kantongku. "Yah gua malas ngeliat lu sya. Dari tadi gua manggil lu tapi lunya ga dengar. Kaya budek aja" kata aldo. "Yah sorry orang gue memang ga dengar" jawabku membela diri. "Makan gih" suruhnya. Saat ini aku melihat Sinta yang sepertinya sangat kesal denganku. Sedangkan aldo dengan santai dan lahapnya memakan mie ayamnya, bahkan di juga mengambil separuh mie ayamku. Aku terkadang bingung kenapa dia malah semakin manis ketika melakukan halhal yang konyol. Bahkan dia sepertinya di tidak sadar akan apa yang telah dia lakukan. Seorang cowok yang sangat dingin dam terkesan cuek pada semua cewek sesatu sekolahan, kecuali aku. Iya benar aku terlalu gr sama dia, aku tau kalau ini terus berlanjut akan membuatku merasakan sakit karena dia, karena kegran ini, karena rasa ini, dan karena diriku sendiri yang terlalu menikmati semuanya. Menikmati setiap saat yang bisa membuat rasa kagum ini menjadi berkembag, entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku bahkan tidak memikirkannya. Aku terlalu sibuk mengikuti alur ini.
To Be Continue
Komentar
Posting Komentar