Hari yang membosankan. Rasa malas menghampiriku. Hari senin adalah hari yang akan selalu menjadi hari yang membosankan sedunia. Mungkin kalau hari ini tidak ada pelajaran fisika mungkin aku tidak akan berada disekolah sekarang. Ini sudah pukul 07.00 tapi sekolah ini masi sunyi. Mungkin butiran air yang berjatuhan diluar sana membuat orang-orang terhambat untuk kesekolah, tapi yah ada baiknya juga, toh hari ini kita tidak perlu berdiri panas-panasan ditengah lapangan. Aku yang duduk dibangku ke2 dipojokan kelas 10.2 kembali membenamkan wajahku didalam tanganku yang berada diatas meja. Dengan lantunan lagu yang terputar di headsetku aku tenggelam didalam mimpi seperti kebiasaanku setiap harinya karena aku adalah Natasya Andini Putri.
Seseorang menepuk pundakku, yang membuatku terbangun, saat kesadaranku telah pulih dan aku mulai dapat melihat orang yang membangunkanku. Yah dia adalah orang yang 3 bulan ini selalu membangunkanku, sama seperti hari ini. Dia adalah seorang cowok yang aku kagumi. Dia adalah Aldo Setiawan Dermansya.
Tanpa aku sadari entah sudah berapa kali orang yang duduk di sampingku ini memanggil namaku hinggah akhirnya aku tersadar. Belum sempat aku menjawap panggilannya guru bahasa indonesiakupun masuk ke dalam kelas, aku melihat kearah Aldo yang langsung tersenyum, itu telah menjawab kenapa dia membangunkanku. Yah saat inibmemang jam sudah menunjukkan pukul 07.45 saat jam pertama dimulai.
Pelajaran bhs indonesia adalah pelajaran yang selalu membosankan untukku. Disaat jam seperti ini rasa ngantuk yang selalu menghampiriku naik menjadi 50 kali lebih banyak. Tanpa sengaja aku menengok kesamping kananku disana terdapat sosok yang berbadan tinggi, putih dan lesun pipit di kedua pipinya membuatnya tampak lebih indah. Dia adalah cowok yang aku kagumi 3 bulan terakhir ini sejak hari pertama belajar setelah mos, dia masuk kekelas dan duduk disampingku. Pada awalnya aku ingin marah tapi entah mengapa aku terhipnotis oleh senyumannya.
Ini memang pertama kalinya aku suka sama seseorang, tapi entah mengapa aku tidak dapat mengatakannya seperti cewek lain yang dengan mudahnya memberinya hadiah dan mengatakan bahwa mereka menyukainya. Aku terlalu sulit melakukannya, bahkan hanya untuk kenatap matanya itu sangat sulit. Mungkin memang benar banyak sekali cewek yang mengaguminya, yang suka padanya dan pebih cantik dari pada aku. Ini memang membuatku resah walaupun aku tau Aldo tidak pernah menanggapi mereka. Tapi entah kapan aku dapat mengatakannya, entah kapan aku dapat menatap matanya, entah kapan tidak ada yang tau. Mungkin besok ?
Seseorang menepuk pundakku, yang membuatku terbangun, saat kesadaranku telah pulih dan aku mulai dapat melihat orang yang membangunkanku. Yah dia adalah orang yang 3 bulan ini selalu membangunkanku, sama seperti hari ini. Dia adalah seorang cowok yang aku kagumi. Dia adalah Aldo Setiawan Dermansya.
Tanpa aku sadari entah sudah berapa kali orang yang duduk di sampingku ini memanggil namaku hinggah akhirnya aku tersadar. Belum sempat aku menjawap panggilannya guru bahasa indonesiakupun masuk ke dalam kelas, aku melihat kearah Aldo yang langsung tersenyum, itu telah menjawab kenapa dia membangunkanku. Yah saat inibmemang jam sudah menunjukkan pukul 07.45 saat jam pertama dimulai.
Pelajaran bhs indonesia adalah pelajaran yang selalu membosankan untukku. Disaat jam seperti ini rasa ngantuk yang selalu menghampiriku naik menjadi 50 kali lebih banyak. Tanpa sengaja aku menengok kesamping kananku disana terdapat sosok yang berbadan tinggi, putih dan lesun pipit di kedua pipinya membuatnya tampak lebih indah. Dia adalah cowok yang aku kagumi 3 bulan terakhir ini sejak hari pertama belajar setelah mos, dia masuk kekelas dan duduk disampingku. Pada awalnya aku ingin marah tapi entah mengapa aku terhipnotis oleh senyumannya.
Ini memang pertama kalinya aku suka sama seseorang, tapi entah mengapa aku tidak dapat mengatakannya seperti cewek lain yang dengan mudahnya memberinya hadiah dan mengatakan bahwa mereka menyukainya. Aku terlalu sulit melakukannya, bahkan hanya untuk kenatap matanya itu sangat sulit. Mungkin memang benar banyak sekali cewek yang mengaguminya, yang suka padanya dan pebih cantik dari pada aku. Ini memang membuatku resah walaupun aku tau Aldo tidak pernah menanggapi mereka. Tapi entah kapan aku dapat mengatakannya, entah kapan aku dapat menatap matanya, entah kapan tidak ada yang tau. Mungkin besok ?
Komentar
Posting Komentar